BeritaDaerahJudi

Batam Diduga Marak Perjudian, Program Asta Cita Prabowo Dinilai Publik Slogan Kosong

207
×

Batam Diduga Marak Perjudian, Program Asta Cita Prabowo Dinilai Publik Slogan Kosong

Sebarkan artikel ini

Bossmudanews.com , Batam, Kepri — Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menjanjikan pemberantasan praktik ilegal, dinilai publik hanya menjadi slogan kosong di Kota Batam.

Pasalnya, berbagai jenis perjudian seperti bola pompong, jackpot, togel, hingga kasino justru diduga semakin menjamur. Aparat penegak hukum terlihat tak berdaya, bahkan disebut-sebut merestui aktivitas tersebut.

“Tidak salah jika ada masyarakat mengatakan jajaran Polda Kepulauan Riau yang merestui. Sebab, tidak mungkin instansi sebesar Polda tidak mampu menindak,” ujar salah satu sumber kepada media.

Hasil investigasi tim media selama berada di Batam mengungkap dugaan kuat adanya aliran dana “koordinasi” dari para pengelola judi kepada pihak-pihak tertentu.

Seorang narasumber yang pernah bekerja sebagai humas di salah satu lokasi judi mengungkap, setiap tempat judi besar menyetor antara Rp200 juta hingga Rp300 juta per bulan, tergantung skala usaha. Dana tersebut, kata sumber, kemudian didistribusikan ke pihak-pihak terkait, sehingga seluruh aktivitas perjudian berjalan mulus tanpa hambatan.

Berdasarkan penelusuran, sedikitnya terdapat 35 titik jackpot (legal maupun ilegal), 10 titik judi bola pompong, dan 3 kasino yang seluruhnya beroperasi bebas. Beberapa lokasi yang berhasil diidentifikasi antara lain:

 

Jackpot & bola pompong di Hotel Pacific

M One

Bombastis

King Bilyard (Kasino)

City Hunter

Ukong

NGZ

Bilyard Center

Formosa Hotel (Kasino)

Sebagian besar lokasi tersebut bahkan mempekerjakan tenaga bergaya preman untuk mengamankan area dari gangguan luar. Sementara itu, media yang mencoba memberitakan fenomena ini kerap mendapat teror dan ancaman.

Bungkamnya Kapolres Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin, S.I.K., ketika dikonfirmasi pada Jumat (8/8/2025), semakin memperkuat kecurigaan publik.

“Jika Kapolres lebih sibuk membungkam pelapor daripada membongkar jaringan mafia judi, maka Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto hanyalah omong kosong,” tegas sumber tersebut.

Kini, sorotan publik mengarah kepada Kapolda Kepulauan Riau Irjen Asep Syafrudin untuk menepati sumpah Tri Brata:

1. Berbakti kepada Nusa dan Bangsa

2. Menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan

3. Melindungi dan melayani masyarakat dengan keikhlasan.

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *