BeritaDaerah

Berita Galian C: Terkait Pemberitaan Salah Satu Media Online, Wartawan Diminta Tidak Sajikan Opini

153
×

Berita Galian C: Terkait Pemberitaan Salah Satu Media Online, Wartawan Diminta Tidak Sajikan Opini

Sebarkan artikel ini

Bossmudanews.com ,  Sergai — Wartawan diimbau untuk tetap menjunjung tinggi prinsip jurnalistik dengan menyajikan berita yang berimbang dan berdasarkan fakta, bukan opini. Hal ini disampaikan Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Serdang Bedagai, Ridwan Siahaan, menanggapi pemberitaan salah satu media online yang dinilai menyudutkan pihak tertentu terkait usaha tambang pasir di Desa Sei Belutu, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sabtu (13/7/2025).

 

Menurut Ridwan, dalam praktik jurnalistik, setiap pemberitaan harus memenuhi unsur 5W + 1H (What, Who, When, Where, Why, dan How), serta harus melalui proses konfirmasi secara langsung maupun tidak langsung kepada pihak terkait. Penyajian berita yang tidak berimbang, apalagi cenderung menyerang pribadi, berpotensi merugikan kepentingan umum dan mencederai nilai-nilai jurnalisme.

 

“Jika penggunaan mesin dompeng untuk menyedot pasir disebut sebagai perusak lingkungan, bagaimana dengan aktivitas galian C ilegal lainnya yang menggunakan alat berat dan tidak tersentuh pemberitaan?” ungkap Ridwan.

 

Ridwan menilai bahwa pemberitaan yang dimuat oleh media online tersebut tidak objektif. Usaha tambang pasir yang disorot sebenarnya merupakan tambang rakyat yang menggunakan mesin dompeng dan pasirnya diperuntukkan bagi kebutuhan lokal warga sekitar.

 

Mirisnya, berdasarkan informasi dari pengelola tambang, Naibaho, diketahui bahwa sebelumnya ada seseorang yang mengaku wartawan datang ke lokasi tambang dan diduga meminta uang koordinasi. Setelah permintaan tersebut tidak dikabulkan, muncul pemberitaan yang dinilai tidak sesuai fakta di lapangan.

 

“Anehnya, dalam berita disebutkan bahwa wartawan tersebut sudah melakukan konfirmasi kepada pemilik tambang, masyarakat, dan kepala desa. Faktanya, tidak pernah ada konfirmasi yang dilakukan oleh yang bersangkutan,” tegas Ridwan.

 

Ia juga menambahkan bahwa Naibaho, selaku pengelola tambang, justru menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan kontribusi sebesar Rp15.000 setiap trip truk untuk perbaikan jalan desa. Dalam sehari, aktivitas tambang hanya melayani 3–4 truk.

 

“Kalau memang wartawan itu menjalankan fungsi sosial kontrol seperti yang seharusnya, beritakanlah fakta, bukan karena kepentingan pribadi,” tutup Ridwan.

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *