BeritaDaerahMasyarakat

Road Race Mati Suri di Siantar, Lima Legenda Balap Kota siantar Suarakan Keprihatinan

1117
×

Road Race Mati Suri di Siantar, Lima Legenda Balap Kota siantar Suarakan Keprihatinan

Sebarkan artikel ini

Bossmudanews.com , Pematangsiantar – Keprihatinan mendalam datang dari lima pembalap legendaris asal Kota Pematangsiantar terkait mati surinya gelaran road race di kota kelahiran mereka. Hal ini mencuat menjelang digelarnya Sumatera Cup Prix Season 2 yang akan berlangsung di Sirkuit IMI Multi Pancing, Kota Medan, pada 26–27 Juli 2025.

Kelima pembalap tersebut adalah Johannes Tarigan, Donna Panggabean, Rudi Unan, Yogi Sinaga, dan Arief Nemora, yang namanya sudah tidak asing lagi di dunia balap, bahkan hingga ke tingkat nasional. Donna Panggabean, salah satu di antaranya, bahkan pernah berlaga di ajang balap tingkat Asia.

Dalam pernyataan kepada awak media, Jumat malam (19/07/2025), mereka menyampaikan rasa prihatin terhadap kondisi dunia balap di Kota Pematangsiantar yang dinilai stagnan dan tanpa perhatian dari pemerintah.

“Di Kota Pematangsiantar banyak bibit pembalap muda yang potensial. Sayangnya, mereka tidak memiliki wadah untuk menyalurkan bakatnya secara positif. Kami berharap pemerintah kota dan seluruh pihak yang terkait bisa kembali menghidupkan event road race sebagai bentuk pembinaan generasi muda,” ujar Donna Panggabean diamini oleh Johannes Tarigan dan rekan-rekannya.

 

Hal senada juga disampaikan Andika Prayogi Sinaga, anggota DPRD Kota Pematangsiantar, yang menyatakan pentingnya menghidupkan kembali event balapan resmi seperti road race.

Event road race bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga wadah yang membina anak muda menjadi pembalap profesional dan menghindarkan mereka dari aksi balap liar di jalanan. Sudah hampir 7 tahun Kota Siantar tidak lagi menggelar event resmi, ini harus menjadi perhatian serius,” tegas Andika.

 

Ia menambahkan, setiap malam Minggu, jalanan kota kerap dijadikan arena balap liar yang disaksikan puluhan remaja. Fenomena ini sangat mengkhawatirkan dan rawan menimbulkan kecelakaan fatal, bahkan aksi kriminalitas.

Kalau ada wadah dan fasilitas yang tepat, maka mereka bisa difokuskan untuk berlomba secara profesional, bukan ugal-ugalan di jalan,” jelasnya.

 

Sebagai penutup, Johannes Tarigan menegaskan bahwa mereka bersama rekan-rekan akan menyampaikan aspirasi ini secara resmi kepada DPRD dan Wali Kota Pematangsiantar.

Kami ingin road race hidup kembali, jangan sampai dunia balap Siantar benar-benar mati suri. Kami akan perjuangkan ini demi masa depan anak muda Siantar,” pungkas Johannes.

(Parlin sitorus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *