Bencana AlamBeritaDaerahMasyarakat

Banjir Bandang Terjang Tapteng dan Sibolga: Jalur Nasional Lumpuh, Ribuan Warga Mengungsi

157
×

Banjir Bandang Terjang Tapteng dan Sibolga: Jalur Nasional Lumpuh, Ribuan Warga Mengungsi

Sebarkan artikel ini

Bossmudanews.com — Sumatera Utara

Banjir bandang dan longsor kembali melanda wilayah pantai barat Sumatera Utara, mencakup Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kota Sibolga, Tapanuli Selatan, hingga Mandailing Natal. Bencana yang terjadi sejak Selasa (25/11/2025) ini menyebabkan kerusakan luas, ribuan rumah terendam, akses jalan nasional terputus, dan empat warga dilaporkan meninggal dunia.
Korban Jiwa dan Kerusakan Meluas.

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengonfirmasi empat korban jiwa akibat longsor di Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis.

Empat orang meninggal akibat longsor di Desa Mardame. Longsor dan banjir juga terjadi di berbagai lokasi serta merendam ribuan rumah,” ujar Masinton.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan  arus banjir bandang yang membawa batang pohon dan material lumpur hingga menghantam permukiman warga. Di beberapa titik, tinggi air bahkan mencapai hampir setinggi atap rumah.

Selain itu, sejumlah ruas jalan tertutup material longsor. Beberapa kendaraan tertimbun dan belum bisa dievakuasi.
Evakuasi Warga Terus Dikakukan.

Pemkab Tapteng bersama TNI, Polri, dan Basarnas masih melakukan evakuasi warga dari daerah rawan banjir bandang dan longsor. Anak-anak, lansia, dan kelompok rentan menjadi prioritas untuk dipindahkan ke posko pengungsian sementara.
BPBD masih terus melakukan pendataan kerusakan. Diperkirakan ribuan rumah terdampak, sementara sebagian warga terpaksa mengungsi.

Akses Komunikasi Lumpuh Total
Sejak Selasa sore, akses telepon dan jaringan internet di Tapteng dilaporkan putus total. Kondisi ini menghambat koordinasi penanganan bencana.

BPBD Provinsi Sumatera Utara bahkan belum mampu mencapai lokasi bencana.

Kami tertahan di perbatasan Tapanuli Utara–Tapanuli Tengah karena longsor dan hujan deras,” kata Sri Wahyuning

 

Pancasilawati, Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumut.
Ia menyebut Jalan Tarutung–Sibolga sudah tidak dapat dilalui sejak sore hari.
Seluruh Jalur Alternatif Ikut Terdampak
Upaya mencari jalur lain menuju Tapteng juga menghadapi banyak kendala:

1. Jalur Tapanuli Utara – Tapanuli Selatan – Tapteng (via Lumut)
Jembatan di Kecamatan Pahae Julu rusak.
Rute memutar mencapai 150–200 kilometer.

2. Jalur Tapanuli Utara – Humbang Hasundutan – Tapteng (via Barus)
Kondisi jalan rawan longsor.
Hujan deras masih mengguyur kawasan tersebut.

Komunikasi antara BPBD Sumut dan Pemkab Tapteng turut terputus sehingga memperlambat pengumpulan data dan koordinasi bantuan.

Alat Berat Dikerahkan, Tim Siap Masuk Saat Cuaca Memungkinkan
BPBD Sumut tengah mengerahkan alat berat untuk membuka akses jalan dan mengevakuasi warga. Tim darurat juga disiagakan di perbatasan menunggu kondisi cuaca membaik.

Petugas masih berupaya menembus perbatasan dan menyiapkan jalur alternatif lainnya,” ujar Wahyuni.

Hingga malam ini, kondisi wilayah terdampak masih belum stabil, dengan hujan yang masih turun di sejumlah titik. Pemerintah mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi longsor susulan dan banjir bandang.

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *